Studi Kawasan Islam Minoritas di Pasifik

Pendahuluan

Pew Reasearch Center (PRC) mengadakan penelitian sejak tahun 2010 hingga prediksi tahun 2050 tentang populasi agama-agama di dunia seperti  Kristen, Islam, Budha, Hindu, Agama Tradisi (Folk Religi), Yahudi, dll agama kecil dan kepercayaan terhadap Tuhan YME, menunjukkan bahwa agama Islam meningkat sangat cepat hampir menyamai Kristen. Peningkatan itu merata pada semua sebab dari bertambah pesatnya populasi tersebut, yaitu berdasarkan jumlah kelahiran, jumlah usia muda, imigrasi, dan perpindahan agama. Pew tidak meneliti Pasifik secara khusus, tapi mengelompokkan Pasifik bersama Asia, sehingga penulis tidak bisa sebenar tahu seberapa besar peningkatan populasi Muslim di Pasifik.

Komunitas Muslim di Kepulauan Pasifik dibagi ke dalam dua imigrasi, yaitu imigrasi lama dan imigran baru. Imigrasi lama terjadi pada tahun 1850 – 1916, sebanyak empat gelombang imigrasi. Awalnya, dalam rentang 1850 – 1930, gelombang pertama berasal dari Melayu Muslim yang mendatangi timur-laut, utara, dan barat-laut pantai Australia. Mereka berprofesi sebagai pencari mutiara atau sebagai buruh-kontak di perkebunan tebu. Gelombang kedua, pada tahun 1862 – 1930, berasal dari orang-orang Afganistan yang dibawa oleh Inggris ke Australia, namun hanya laki-laki yang diizinkan menetap di Australia. Mereka membantu pembangunan ekonomi daerah padang pasir Australia. Pada tahun 1872, adanya pengusiran para pejuang kemerdekaan Aljazair oleh Prancis ke I’lle des Pins di New Caledonia. Gelombang keempat, pada tahun 1879 – 1916, Muslim India datang sebagai buruh kontrak di perkebunan gula terutama ke kepulauan Fiji dan Queensland-Australia. Sebagian pedagang berimigrasi dari Gujarat ke Selandia Baru.[1]

Imigrasi baru terjadi setelah PD I. Pada tahun 1920, imigran Albania datang ke Australia dan Selandia Baru. Setelah PD II, pada tahun 1948 – 1960, bergabung bersama mereka gelombang Muslim Yugoslavia dan Cyprus Turki. Lalu, selain semakin banyak Muslim terutama dari Turki dan Lebanon yang menetap di Australia, Muslim Yunani, Pakistan, Mesir, dan Syria juga berdatangan. Kebanyakan muslim yang datang sesudah tahun 1920 tetap beragama Islam meskipun berbaur dalam komunitas agama mayoritas.[2]

Letak Geografis Pasifik[3]

Kepulauan Pasifik terdiri dari sekitar 20.000 hingga 30.000 pulau yang terletak di Samudra Pasifik, mayoritas terletak di Selatan Katulistiwa.[4] Pulau-pulau tersebut kadang-kadang dinamakan Oseania, digolongkan menjadi tiga gugus kepulauan: (1) Melanesia, (2) Mikronesia, dan (3) Polynesia. Melanesia (kepulauan hitam): New Guinea, Kaledonia Baru, Vanuatu, Fiji, dan Kepulauan Solomon. Mikronesia (kepulauan kecil): Kepulauan Mariana, Guam, Palau, Kepulauan Marshall, Kiribati, Nauru, dan Mikronesia. Polinesia (kepulauan yang banyak jumlahnya): Selandia Baru, Kepulauan Hawaii, Atol Midway, Samoa, Samoa Amerika, Tonga, Tuvalu, Kepulauan Cook, Polynesia Perancis, dan Pulau Easter. Ada juga pulau-pulau lain yang terletak di Samudra Pasifik, namun mereka tidak tergolong sebagai bagian dari Oseania. Pulau-pulau tersebut ialah Kepulauan Galapagos milik Ekuador; Kepulauan Aleutia di Alaska; Sakhalin dan Kepulauan Kuril milik Rusia; negara pulau Jepang, yang mencakup Kepulauan Ryukyu; Taiwan; Filipina; Kepulauan Laut China Selatan; dan kebanyakan pulau di Indonesia.

Dikarenakan merupakan pusat badai tropis, maka kepulauan Pasifik sering terjadi badai el-nino dan la-nina;[5] banyak angin puyuh dan badai yang merusak pulau-pulau di bagian Pasifik. Tetapi, ada cara alami untuk memprediksi cuaca.[6]

ANGIN:Arah angin dapat memberikan peringatan jangka panjang dan pendek di Tonga. Angin yang berhembus dari barat laut adalah tanda adanya siklon; sedangkan angin yang berhembus dari utara menandakan gelombang yang lebih tinggi. Di Fiji, kenaikan angin menandakan adanya badai.

PERTUMBUHAN BUAH: Buah sukun yang tumbuh bergerombol menandakan siklon akan melanda daratan di tahun berikutnya. Pertumbuhan baru pohon pisang juga berubah. Beberapa bulan sebelum badai atau siklon datang, daun pisang muda mengarah ke bawah, dan bukannya ke atas.

BURUNG: Burung-burung besar mulai terbang lebih dekat ke tanah sebelum datangnya siklon. Warga desa juga melaporkan melihat kenaikan jumlah burung yang terbang keluar dari awan dan lebih dekat ke daratan sebelum cuaca buruk.

DAUN KELAPA: Di Fiji, seorang warga desa melaporkan bahwa para tetua dapat memberi tahu bahwa siklon akan datang dengan melihat cahaya matahari yang terpantul di daun kelapa.

BATU KARANG: Warga desa di Fiji mengatakan bahwa mereka mendengar batu karang “meraung” dan “menangis” sebelum cuaca buruk melanda. Di Tonga, karang berubah warna menjadi putih saat badai mendekat.

AYAM: Di Tonga, warga desa mengamati kebiasaan tidur ayam untuk mengetahui apakah proyeksi kedatangan badai akan memengaruhi pulau mereka. Jika ayam tidur di bawah dan bukan di atas pohon, berarti akan ada badai.

ARUS DAN PASANG LAUT: Pasang tinggi dan gelombang membesar, bergerak lebih

dekat ke rumah sebelum siklon.

LABA-LABA: Di Tonga, para tetua mengatakan bahwa laba-laba membuat lebih

banyak sarang sebelum datangnya siklon.

Sering terjadi gempa bumi dan tanah di sekitar Pasifik dipenuhi gunung berapi dan sering diguncang gempa bumi. Tsunami, yang disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut, telah menghancurkan banyak pulau dan meruntuhkan bangunan-bangunan kota.[7]

Minoritas Muslim telah mengorganisasi diri ke dalam 7 negara besar Pasifik, yaitu Australia, Fiji, Tonga, Samoa, [8] Selandia Baru, New Calendonia, dan Papua New Guinea.[9]

1.Tonga

Letak Geografis[10]

Tonga, atau Kerajaan Tonga, pada tahun 1845 masuk ke dalam kepulauan Polinesia. Terdiri dari 171 pulau dengan total luas lahan 290 mil persegi dan pada Juli 2011, populasi sekitar 106.000.[11] Pulau-pulau ini menyebar lebih dari 700.000 mil persegi di Pasifik Selatan dan hanya 45 pulau diantaranya berpenghuni. Sebagian besar penduduk tinggal di pulau terbesar, Tongatapu.[12] negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan, 2000km dari Selandia Baru. Tonga terletak di sebelah selatan Samoa dan 700 km di sebelah timur dari Fiji. Sebagian besar merupakan dataran dengan batuan dasar batu kapur yang terbentuk dari formasi karang yang terangkat; yang lain memiliki batu kapur atasnya batu vulkanik. Beriklim tropis; Musim panas dari bulan Desember –Mei, Musim dingin dari bulan Mei – Desember.[13]


Sistem Pemerintahan

Pada tahun 1875 menggunakan konstitusi monarki yang merupakan satu-satunya negara yang berkonstitusi monarki di Pasifik dan satu-satunya negara Pasifik Selatan yang tak pernah dijajah oleh kekuatan asing.


Populasi Agama

Agama dominan di Kerajaan Tonga adalah Kristen. Menurut Laporan Kebebasan Beragama Internasional 2010, Kristen terdiri dari 96 persen dari keseluruhan populasi:[14] Protestant 64.9% (termasuk Wesleyan Church 37.3%, Free Church of Tonga 11.4%, Church of Tonga 7.2%, Tokaikolo Christian Church 2.6%, Assembly of God 2.3% Seventh Day Adventist 2.2%, Constitutional Church of Tonga 0.9%, Anglican 0.8% and Full Gospel Church 0.2%), Mormon 16.8%, Roman Catholic 15.6%, dll 1.1%, non-agama 0.03%, tidak teridentifikasi 1.7% (2006 est.)

Islam merupakan pendatang baru dan hanya terdiri dari sekitar 25 keluarga. Populasi 100 orang muslim dengan komunitas sangat beragam yang terdiri dari orang-orang Tonga asli, Fiji, Bangladesh, Pakistan, Arab, dan India.

Etnik

Menurut data tahun 2006, 96,6% Tonga, 1,7 % part-Tongan 1.7%, dll 1.7%, tidak teridentifikasi 0.03%. Berbahasa: Inggris, Tonga, tidak teridentifikasi.
Sejarah Islam di Tonga[15]

Pada tahun 1983, Fayaz Manu, istri dan enam anak mereka, masuk Islam. Fayaz Manu berperan penting dalam menyebarkan Islam dan melakukan kegiatan dakwah di Kerajaan Tonga. Fayaz Manu mendirikan Tonga Liga Muslim dan menjadi presiden pertama. Setelah bertahun-tahun ketika semua kegiatan Islam dan salat berjamaah yang diadakan di ruangan khusus yang disediakan oleh Raja Tonga di istananya, Sheikh Imam Abdul Fader[16] mendirikan pusat Islam pertama pada tahun 2004 di sebidang tanah di ‘Anana, yang disumbangkan oleh Mohammed Abdul Razak, Presiden Tonga Muslim Society, dengan bantuan Muslim setempat. Selain sebagai tempat peribadatan, juga sekolah tempat Sheikh mengajar anak-anak dasar-dasar Islam. Pada bulan Juli 2008, Tonga Liga Muslim berganti nama Tonga Hubungan Muslim. Presiden Hubungan Muslim Tonga adalah Mohammed Abdul Razak. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pengetahuan Islam di kalangan masyarakat Muslim Tonga dengan menyediakan kelas Islam dan Al Qur’an untuk umat Islam di pulau, orang dewasa maupun anak-anak. Pada tahun 2010, masjid pertama di Kerajaan Tonga, Mesjid Khadijah, di ibukota Nuku’alofa, dibangun dengan donator dari Muslim asing.


Komunitas Tonga Muslim belum mampu mempertahankan dirinya sendiri tanpa dana dan bantuan negara-negara Muslim, seperti Libya dan Arab Saudi, dan organisasi seperti Fiji Liga Muslim dan Dewan Dakwah Islam Regional Asia Tenggara dan Pasifik (RISEAP), berbasis di Kuala Lumpur. Pada tahun 1992, selama kunjungannya ke Tonga, RISEAP Presiden, Pehin Sri Dr Hj Abdul Taib Mahmud, memberi bantuan keuangan ke Tonga Muslim Society melalui Malik Hussain Nikua. Menurut situasi laporan dari masyarakat Muslim di Tonga dan Samoa Barat, banyak uang diberikan oleh Tonga Liga Muslim Libya, Arab Saudi, dan RISEAP, namun disalahgunakan, salah urus dan faktor lain yang belum ditemukan.


Fayaz Manu mengirim putranya, Ilyas, untuk mempelajari Islam di Suva Muslim College dan di madrasah di Masjid Toorak di Fiji, karena tidak ada pendidikan Islam di Kerajaan Tonga yang dibiayai oleh Fiji Liga Muslim. Lalu meraih gelar sarjana dalam bahasa Arab dan Studi Islam pada tahun 1992 di di University of Islamic Call Society di Libya. Setahun kemudian, pada tahun 1993, Ilyas ditunjuk sebagai imam dari komunitas Tonga Muslim. Pada tahun 1996, ia menghadiri Imam Course pertama yang diadakan di Daerah Dakwah Islam Council of Asia Tenggara dan Pasifik (RISEAP), bersama tiga peserta lainnya dari Kepulauan Solomon, Papua Nugini dan Vanuatu. Menurut laporan situasi di masyarakat Muslim di Tonga dan Samoa Barat disiapkan oleh direktur Departemen Dakwah Fiji Liga Muslim, “Elyas Manu sayangnya tidak memiliki komitmen dan dedikasi untuk melaksanakan tugas-tugasnya sebagai imam”. Di sisi lain, aktivitas dakwah Imam Ilyas ‘sangat dihargai oleh RISEAP. Dalam situs RISEAP, Imam Ilyas dianggap sebagai  pekerja dakwah yang aktif melakukan berbagai kegiatan untuk memberikan pengetahuan Islam dan kesadaran untuk Muslim di Tonga dan bahwa sejak pengangkatannya ke pos imam Muslim Tonga, diselenggarakan kelas Al-Quran setiap hari, memimpin doa dan memberikan Jumat khutbah. Selain itu, ia melakukan pembicaraan dan diskusi dengan non-Muslim dan membuat kunjungan yang sering ke rumah mereka sebagai bagian dari kegiatan dakwahnya.


Tantangan Minoritas Muslim Tonga

Beberapa masalah yang dihadapi masyarakat Tonga Muslim hingga sekarang seperti seperti, 1) Kurangnya wadah pendidikan Islam untuk Muslim Tonga dan imigran serta kualitas rendah para imam, 2) Dikarenakan jumlah yang sedikit dan tekanan dari keluarga mereka serta kurangnya dukungan atau tindak lanjut dari Muslim Tonga dan organisasi Muslim dari dunia luar, beberapa orang yang memeluk Islam, kehilangan minat dan kembali menjadi Kristen, 3) Lainnya, ketika berdakwah, uang yang dibagi-bagikan kepada masyarakat, sehingga sulit untuk mengetahui siapa yang masuk Islam Dikarenakan uang ataukah tulus, 4) Tingkat kesalehan dan pengetahuan Islam berbeda antara mualaf lokal dan Muslim imigran dan kesenjangan ini mempengaruhi hubungan antara mereka; sosial budaya Tonga memberikan tekanan besar pada mualaf dalam mempraktikkan Islam, 5) Ahmadiyyah tetap dianggap menjadi ancaman besar bagi masyarakat, 6) Adanya batasan konstitusional dalam masalah dakwah. Komisi Penyiaran Tonga (TBC) membuat kebijakan khusus tentang program agama yang boleh disiarkan di TV dan radio di Tonga. Pemeluk agama apa pun boleh menyelenggarakan siaran radio atau televisi. Namun, diskusi agama selain tentang agama Kristen tidak diperbolehkan.

2. Samoa

Letak Geografis[17]

Samoa terletak di antara Hawai’I dan Selandia Baru, di bagian Polinesia di Samudra Pasifik, termasuk ujung barat pulau-pulau Samoa, sementara sisanya berada di bawah kekuasaan Amerika.  Total luas tanah Samoa adalah 2.821 kilometer persegi, yang terdiri dari dua pulau besar Upolu dan Sava’i dan tujuh pulau kecil. Pada Juli 2011, Samoa memiliki populasi sekitar 193.000. Sekitar tiga perempat dari keseluruhan populasi tinggal di pulau utama Upolu, tempat ibukota Samoa, Apia, berada. Sebanyak 42.000 orang mendiami Sava’i, pulau terbesar di Samoa dan pulau keenam terbesar di Polynesia. Beriklim tropis, sesekali terjadi badai. Musim hujan pada Bulan November – April. Musim kering pada Bulan Mei – Oktober. Dataran berbatu vulkanik, pegunungan yang terjal.

Populasi Agama

Menurut data tahun 2011, Kristen: Protestant 57.4% (Congregationalist 31.8%, Methodist 13.7%, Assembly of God 8%, Seventh-Day Adventist 3.9%), Roman Catholic 19.4%, Mormon 15.2%, Worship Centre 1.7%, dll Christian 5.5%, dll 0.7%, tidak beragama 0.1%, tidak teridentifikasi 0.1%. Penduduk Muslim di Samoa sebanyak  48 orang atau 0,03% dari total penduduk dan mayoritas bermadzhab sunni.

Etnis

Samoa 92.6%, Euronesians (berdarah campuran Eropa dan Polynesia) 7%, Eropa 0.4% (sensus 2001). Semua kelompok agama multietnis; tidak ada yang secara eksklusif terdiri dari warga negara asing atau Samoa asli. Tidak ada kelompok nasional atau imigran asing yang cukup besar, dengan pengecualian AS warga negara dari Samoa Amerika. Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan imigrasi dari Cina, Filipina, dan Fiji (terutama Indo-Fiji), sering sebagai pekerja layanan di bisnis lokal. Berbahasa Samoa (Polynesian), Inggris.

Sejarah Islam di Samoa[18]

Migran dari Asia Tenggara tiba di kepulauan Samoa sekitar 3.000 tahun yang lalu. Kontak dengan orang Eropa dimulai pada awal 1700-an dan intensif hanya dengan kedatangan misionaris Inggris dan pedagang di tahun 1830-an. Pada pergantian abad ke-20, pulau-pulau Samoa dibagi menjadi dua bagian. Pulau-pulau timur menjadi US wilayah pada tahun 1904 dan saat ini dikenal sebagai Samoa Amerika. Pulau-pulau barat dikenal sebagai Samoa Barat, lewat dari kekuasaan Jerman ke Selandia Baru, yang menaklukkan mereka pada awal Perang Dunia I. Selandia Baru terus mengelola pulau-pulau di bawah naungan Liga Bangsa-Bangsa dan kemudian sebagai amanah PBB sampai 1962, ketika pulau-pulau menjadi bangsa Polinesia pertama untuk membangun kembali kemerdekaan pada abad kedua puluh. Pada bulan Juli 1997, konstitusi diamandemen untuk mengubah nama negara dari Samoa Barat ke Samoa. Wilayah AS tetangga dari Samoa Amerika memprotes langkah tersebut, merasa bahwa perubahan itu mengurangi identitas Samoa sendiri. Amerika Samoa masih menggunakan istilah Samoa Barat dan orang-orang Samoa Barat.


Pada tahun 1985, beberapa pekerja asing Muslim bekerja baik untuk pemerintah atau untuk salah satu program PBB, tetapi sepertinya jumlah mereka tidak signifikan dan mereka tidak punya pengaruh apapun pada penduduk setempat. Selama pertengahan 1980-an, organisasi dakwah Islam, seperti Saudi World of Muslim Youth (WAMY) dan Dewan Dakwah Islam Regional Asia Tenggara dan Pasifik (RISEAP), yang berbasis di Kuala Lumpur, aktif beraktivitas di Pasifik dan Samoa pribumi mulai memeluk Islam.


Samoa pribumi pertama yang masuk Islam adalah Ilias Vole. Dia masuk Islam pada pertengahan 1985 karena upaya dari direktur WAMY di Selandia Baru, A.R.Rasheed. Tapi kemudian, dia masuk kembali ke agama Kristen. Namun demikian, Samoa pribumi mengikuti dan masuk Islam pada tahun-tahun mendatang. Pada tahun 1987, Ahmed Schuster dan keluarganya masuk Islam dan pada tahun 1992, ia dan istrinya melakukan ziarah ke Mekkah dan Madinah. Pada tahun 1990, Mohammed Daniel Stanley dan keluarganya masuk Islam melalui kegiatan RISEAP dan A.R.Rasheed.

 
Pada tahun 1986, umat Islam Samoa mendirikan Western Samoa Liga Muslim. Presiden saat ini adalah Mohammed Daniel Stanley alias Mohammed Bin Yahya alias Laulu Dan Stanley. Dia berusia 64 tahun dan seorang akuntan terkenal dan auditor yang memiliki kantor akuntan sendiri. Sebagai kepala komunitas Samoa Muslim, Mohammed Daniel Stanley memiliki satu ruangan di rumahnya di Vaiusu Village, yang terletak di sebelah Apia, berfungsi sebagai Islamic Center dan masjid. Kegiatan Islam melibatkan ajaran umum Islam dan pelajaran Alquran malam dan salat Jumat yang dipimpin oleh Mohammed Stanley atau oleh anaknya, Anis. Mohammed Daniel Stanley menyebarkan Islam di seluruh Samoa. Ia memiliki kolom mingguan di koran Samoa terkemuka berjudul “Pesan Islam”. Selain itu, ia menerjemahkan sebuah buku yang ditulis oleh Dr. Jamal Badawi – Penulis Muslim berdarah Mesir kelahiran Kanada, pengkhotbah dan pembicara tentang Islam – berjudul “Muhammad dalam Alkitab” ke dalam bahasa Samoa. WAMY dan RISEAP aktif membantu Mohammed Daniel Stanley dalam pekerjaan dakwahnya dengan sesekali mengirimkan uang kepadanya dan menerjemahkan bahan Islam ke dalam bahasa Samoa.

Fiji Liga Muslim telah terlibat dalam membantu masyarakat Samoa Muslim kecil untuk memberikan pendidikan Islam kepada anak-anak. Di masa lalu, Fiji Liga Muslim memberikan beasiswa kepada enam siswa Samoa untuk belajar di perguruan tinggi Islam di Fiji dan salah satu dari mereka lulus dengan sertifikat Teknik Elektro dari Institut Islam Pasifik Selatan.


 Muslim Samoa telah menjadi bagian tak terpisahkan dari populasi Samoa keseluruhan, yang sebagian besar Kristen. Pada tahun 2009, terjadi tsunami yang melanda Apia Samoa. Liga Muslim Samoa dengan bantuan Al-Ghazali Centre, yang berbasis di Sydney, dan Rasheed Mamorial dari Auckland menyumbangkan dua truk  bantuan untuk korban tsunami ke kantor darurat di Apia. Kedua organisasi juga mengirimkan sepuluh relawan, termasuk pengacara, akuntan, dan profesional TI, untuk membantu membangun kembali Samoa. Mereka mengunjungi desa-desa di seluruh Falealili dan Aleipata, menawarkan bantuan dengan membersihkan kawasan yang rusak dan membantu keluarga membangun kembali rumah darurat. Mereka juga membantu dalam Vaiusu dengan proyek Mangrove terbesar Samoa, penanaman 1000 bibit mangrove sebelum pulang. Selain itu, Muslim organisasi di Samoa, New Zealand, Fiji, dan Australia melakukan upaya terkoordinasi untuk mengirim paket makanan keluarga dari Fiji. Masing-masing paket berisi makanan untuk memberi makan keluarga dari delapan anggota selama satu minggu.


Pengacara Auckland dan Sekretaris Rasheed Memorial, Aarif Rasheed, mengatakan, bahwa komunitas Pasifik Selatan perlu mendukung satu sama lain tanpa memandang ras, agama atau perbedaan lainnya.


Tantangan Minoritas Muslim di Samoa

Masyarakat Muslim Samoa menghadapi banyak tantangan ke depan. Menurut laporan situasi di masyarakat Muslim di Tonga dan Samoa Barat oleh direktur Departemen Dakwah Fiji Liga Muslim, “Ada penurunan dalam jumlah Muslim di Samoa, karena migrasi dan kurangnya dukungan yang menyebabkan beberapa muslim perlahan-lahan mengabaikan Islam dan akhirnya kembali kepaada agama lama mereka.”


Selain itu, menurut laporan yang sama, hambatan dan tantangan yang dihadapi umat Islam Samoa lainnya, bahwa Ahmadiyah dan Syiah tetap menjadi ancaman besar bagi komunitas Muslim ini; kehidupan sosial dan ikatan keluarga memberikan tekanan besar mualaf muda yang baru. Mereka harus mengikuti adat dan norma-norma masyarakat; ketika pemuda Muslim mencapai usia perkawinan, mereka merasa sulit untuk mendapatkan pasangan Muslim yang berakhir dengan menikahi seorang non-Muslim yang menyebabkannya meninggalkan Islam.


Selain itu, Mohammed Daniel Stanley menyebutkan kemungkinan penyebaran Islam radikal ke Samoa. Pada Januari 2003 ia mengatakan, bahwa Samoa Amerika bisa menjadi target serangan teroris, karenanya Samoa harus menerapkan pembatasan yang sama atau, setidaknya, harus memiliki kontrol atas keberadaan orang asing. Ditakutkan, karena waktu itu pariwisata merupakan sumber utama pendapatan bagi Samoa, maka akan muncul sebuah insiden mirip bom Bali, yang berlangsung pada tanggal 12 Oktober 2002 dan yang mengakibatkan 202 orang tewas dan 240 orang luka-luka. Jika hal itu  terjadi, maka akan menghancurkan perekonomian Amerika.


Mukadimah konstitusi Samoa menggambarkan negara itu sebagai sebuah negara merdeka berdasarkan prinsip-prinsip Kristen dan adat istiadat Samoa. Memang, Fa’a Samoa, atau tradisional Samoa, tetap merupakan kekuatan yang kuat dalam kehidupan Samoa dan politik. Meskipun berabad-abad Eropa mempengaruhi, Samoa mampu mempertahankan adat sejarah, sistem sosial, dan bahasa, yang diyakini sebagai bentuk tertua khazanah Polinesia yang masih ada.

Dua faktor yang akan menentukan masa depan masyarakat Muslim Samoa, yaitu kelangsungan usaha pendanaan Muslim dan bentrokan antara Muslim Samoa dan Fa’a.

3. Fiji

Fiji merdeka pada tahun 1970 setelah hampir satu abad sebagai jajahan Inggris. Pemerintahan demokratis dikudeta oleh dua kekuatan militer pada tahun 1987 karena pemerintahan dianggap didominasi oleh masyarakat India (keturunan buruh kontrak dibawa ke pulau-pulau oleh Inggris pada abad ke-19). Kudeta dan konstitusi 1990 dikendalikan oleh Melanesia asli Fiji menyebabkan emigrasi India; tetapi, hilangnya populasi mengakibatkan kesulitan ekonomi, walau akhirnya Melanesia menjadi mayoritas. Konstitusi baru yang lebih adil disahkan pada tahun 1997. Pemilu yang bebas dan damai pada tahun 1999 menghasilkan pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Indo-Fiji, tapi kudeta sipil pada tahun 2000 mengakibatkan kekacauan politik dalam waktu yang lama. Pada tahun 2001, pemilihan parlemen secara demokratis  dipimpin oleh Perdana Menteri Laisenia Qarase. Terpilih kembali pada Mei 2006, tapi Qarase digulingkan dalam kudeta militer Desember 2006 dipimpin oleh Commodore Voreqe Bainimarama, yang awalnya mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden, tetapi pada bulan Januari 2007 menjadi perdana menteri interim. Setelah bertahun-tahun terjadi kekacauan politik, pemilu legislatif yang lama tertunda diadakan di September 2014 yang dianggap “kredibel” oleh pengamat internasional dan yang mengakibatkan Bainimarama terpilih kembali.

Letak Geografis[19]

Oseania, kepulauan di Samudra Pasifik Selatan, sekitar 2/3 jalam dari Hawaii ke New Zealand. Beriklim laut tropis. Daratannya terdiri dari pegunungan vulkanik. Badai topan sering terjadi dari November – Januari.

Etnis

ITaukei 56.8% (didominasi oleh campuran Melanesia dan Polynesia), India 37.5%, Rotuman 1.2%, dll 4.5% (Eropa, dll kepulauan Pasifik, Cina). Berbahasa: Inggris, Fiji, India.

Populasi Agama

Manurut data tahun 2007, Agama: Protestant 45% (Methodist 34.6%, Assembly of God 5.7%, Seventh Day Adventist 3.9%, dan Anglikan 0.8%), Hindu 27.9%, other Christian 10.4%, Roman Catholic 9.1%, Muslim 6.3%, Sikh 0.3%, dll 0.3%, tidak beragama 0.8%.

Sejarah Islam di Fiji[20]

Pemukiman Muslim di Fiji terbentuk sepanjang tahun 1879 hingga 1916 dengan sumbangan sebanyak 60.536 buruh dari India yang 14,3% di antaranya Muslim. Sebanyak 90% berusia di antara 11 hingga 30 tahun. Di India, mereka berada di bawah kontrak kerja (girmit) menjadi buruh selama lima tahun dengan perasaan akan hak asasi yang dirampas dengan tidak menerima gaji sepadan dari majikan mereka, karenanya, mereka beremigrasi ke Fiji. Mereka didorong untuk datang dan menetap di Fiji penguasa kolonial Inggris di Fiji dan India. Dalam situasi dunia buruh yang keras, perempuan mengalami pelecehan seksual, dan hukum Inggris mengizinkan. Orang-orang Muslim semakin menguatkan pertahanan diri,  bahkan menularkan kepada anak-anak mereka. Dalam prestasi yang luar biasa ini, para wanita Muslim memainkan peran berani dan sangat diperlukan. Dari tahun 1884 dan seterusnya, banyak yang telah menyelesaikan girmit dan akhirnya tetap di Fiji, membentuk komunitas Muslim sendiri di bagian lain dari Fiji. Komunitas yang kecil, sering terisolasi, sebagai muslim minoritas, tapi membutuhkan saling kontak dan kerja sama di antara mereka untuk pengembangan sosial dan keagamaan. Sejak awal, Muslim terpelajar dan cukup berpengalaman dalam Islam mengambil peran kepemimpinan, termasuk dalam hal-hal mendasar seperti memimpin doa. Pertemuan-pertemuan yang diadakan bertujuan untuk menumbuhkan identitas Islam dan rasa persatuan. Upaya Muslim untuk memberitakan Islam  terbukti pada tahun 1909 sebelum Komisi Pendidikan, bahwa mereka meminta bahasa Urdu diajarkan dalam naskah Persia untuk anak-anak mereka. Urdu tetap merupakan simbol penting dari identitas Muslim di Fiji dan menjadi tujuan pendidikan dari Liga Muslim Fiji. Islam Sunni bermadzhabkan Hanafi dan Ahmadiyah.

Ahmadiyah di Fiji[21]

Ahmadiyah telah masuk ke Fiji pada 1961. Dan sampai sekarang ini, para anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah Fiji telah membangun masjid di tiap wilayah. Pulau Vanua Levu adalah pulau terbesar kedua di Kepulauan Fiji, telah memiliki 3 Masjid Ahmadiyah.

 
Jamaah Muslim Ahmadiyah Fiji telah meresmikan sebuah masjid baru di Seaqaqa, Vanua Levu pada 12 September 2014. Peletakan batu pertama telah dilakukan oleh Amir dan Raistuttabligh Fiji, Maulana Fazal Ullah Tariq pada 5 July 2014. Pengerjaan Masjid yang berukuran 53×35 kaki terbilang cepat, sekitar tiga minggu. Peresmian Masjid dilakukan oleh Komisaris wilayah Northern Region, bapak Alipate Bolalevu. Upacara peresmian masjid  dihadiri lebih dari 200 anggota Ahmadiyah Fiji dan para tamu dari berbagai Departemen Pemerintah. Pengerjaan Masjid ini telah menghabiskan dana sekitar 120.000 Dollar Fiji.

4. Australia

Dalam beberapa dekade terakhir, Australia telah menjadi  ekonomi pasar bebas internasional yang kompetitif dan lokasinya terletak di salah satu daerah ekonomi dunia yang paling cepat berkembang. kekhawatiran jangka panjang mencakup populasi yang menua, tekanan pada infrastruktur, dan isu-isu lingkungan seperti banjir, kekeringan, dan kebakaran semak. Australia adalah benua terkering di bumi, sehingga rentan terhadap tantangan perubahan iklim. Merupakan rumah bagi 10 persen dari keanekaragaman hayati dunia, dan memiliki sejumlah besar flora dan fauna yang ada di negara lain.

Letak Geografis[22]

Oseania, terletak di antara Samudra India dan Samudra Pasifik Selatan. Beriklim kering hingga semi-kering; sedang di bagian Selatan dan Timur, tropis di Utara. Terdiri dari dataran rendah dengan gurun-gurun, subur di Tenggara. Benua terkecil di dunia, tetapi merupakan negara terbesar keenam di dunia, negara terbesar di Oseania, populasi terkonsentrasi di sebelah Timur dan Tenggara.

Etnis

Menurut data tahun 2011, Inggris 25.9%, Australia 25.4%, Irish 7.5%, Scottish 6.4%, Italian 3.3%, German 3.2%, Chinese 3.1%, Indian 1.4%, Greek 1.4%, Dutch 1.2%, dll 15.8% (termasuk aborigin 5%), tidak jelas 5.4% Menurut data tahun 2011, berbahasa

Inggris 76.8%, Mandarin 1.6%, Italia 1.4%, Arabi 1.3%, Greek 1.2%, Kanton 1.2%, Vietnam 1.1%, dll 10.4%, tidak teridentifikasi 5%.

Populasi Agama

Menurut data tahun 2011, Protestant 30.1% (Anglican 17.1%, Uniting Church 5.0%, Presbyterian and Reformed 2.8%, Baptist, 1.6%, Lutheran 1.2%, Pentecostal 1.1%, other Protestant 1.3%), Catholic 25.3% (Roman Catholic 25.1%, other Catholic 0.2%), other Christian 2.9%, Orthodox 2.8%, Buddhist 2.5%, Muslim 2.2%, Hindu 1.3%, dll 1.3%, tidak beragama 22.3%, tidak teridentifikasi 9.3%.

Sejarah Islam di Australia

Setelah abad ke-10 M, para pedagang Arab mengawali kedatangan sebagai Muslim, lalu pada abad ke-15 M berdatangan para nelayan dari Indonesia terutama dari Makasar, Timor dan Maluku.[23] Tetapi, yang paling signifikan pada tahun 1860 – 1982. Selama periode ini, kaum Muslim membentuk organisasi. Organisasi formal pertama, pada tahun 1948, terdiri dari para imigran Afghanistan yang hidup dalam perkampungan sangat kecil, biasanya di pinggir kota. Komunitas tidak solid, karena pemimpinnya keras dan kaku, tidak mampu menanamkan Islam dengan baik dan cepat sekali memaksa keluar dari komunitas setiap orang yang melanggar tata susila komunitas. Pada tahun itu juga, seluruh penyusunan organisasi Muslim menjadi berantakan dan Muslim tampak menjadi keturunan yang hampir hilang di Australia. Mesjid Perth menjadi sasaran ancaman Ahmadiyah Qadiani.[24] Mesjid Broom tidak pernah dibangun kembali setelah menjadi sasaran pengeboman Jepang selama PD II, dan masjid Coolgardie menjadi museum. Mesjid-mesjid Oodnatta dan Farina dihancurkan, dan Mesjid Marree dijual pada tahun 1951 seharga 50 pound. Mesjid Broken Hill menjadi Museum dan Mesjid Brisbane hampir ditinggalkan. Saat itu, orang yang shalat di Australia terhitung lusinan dan Muslim berjumlah ratusan.

Pada tahun 1948, Islam kembali bangkit, salah satu pendatang baru pertama yang membentuk organisasi adalah orang-orang Cyprus Turki di Melbourne dan pada tahun 1952 di Sydney. Pada awalnya organisasi hanya berdasarkan kebangsaan dan berbentuk klab-klab, bukan masjid, tapi selanjutnya menjadi organisasi Islam. Pada tahun 1954 dan 1955, muncul komunitas Muslim di Brisbane dan Adelaide dan mampu mendapatkan kembali masjid-mesjid di kedua kota ini. Sejak itu, perkembangan komunitas Islam semakin pesat dan terorganisir semakin kuat. AFIS (Perkumpulan Islam Australia) berubah nama menjadi Federasi Dewan Islam Australia (AFIC) dengan maksud mengubah perkumpulan-perkumpulan Islam yang masih berdasarkan etnik, kebangsaan, ras atau aliran, berubah menjadi semata-mata berdasarkan letak geografis. AFIC memulai tugas raksasa untuk mendapatkan pengakuan bagi Muslim di Australia oleh penguasa Australia atas dasar yang sama dengan semua organisasi keagamaan mendapatkan pengakuan bagi komunitas Muslim Australia dari komunitas Muslim Australia sendiri maupun luar negri.

Dalam tiga dekad terakhir, banyak Orang Islam terutama dari negara-negara Afrika seperti Somalia dan Sudan berhijrah ke Australia. Sebahagian besar Orang Islam Australia tinggal di Sydney dan Melbourne. Mayoritas orang Islam di Melbourne adalah orang Lebonan, Turki, Afganistan, Bosnia-Hezegovina dan Pakistan. Madzhab Hanafi, Hambali, Maliki hinggalah Syafe’I ada. Terdapat juga golongan Syiah dan Salafin. Ada yang konservatif, sekular, liberal dan yang berpegang teguh dengan sunnah. 

Tantangan Minoritas Muslim Australia

Dr. Yassir Morsi dari Pusat Pemahaman Islam Internasional di Universitas Australia Selatan, menjelaskan, bahwa serangan 11 September 2001 terhadap gedung WTC di Amerika, menjadi awal dari Islamofobia  di Australia.[25] Dan semakin meningkat ketika terjadinya peristiwa penyanderaan di Martin Place, Sydney, yang sengaja diaku oleh seseorang merupakan perbuatan Situasi dan kondisi di dalam cafe menjadi lebih jelas setelah seseorang bernama Marcia menuliskan di laman Facebook-nya, pada Senin sore. “Dear teman-teman dan keluarga, aku di Lindt Cafe di Martin Place disandera oleh anggota IS (Islamic State). Penyandera telah meminta permintaan kecil dan sederhana dan belum ada telah dipenuhi. Dia sekarang mengancam untuk memulai membunuh kita. Kita perlu bantuan sekarang. Pria itu ingin dunia tahu bahwa Australia sedang diserang oleh Negara Islam,”[26] padahal penyelidikan lebih lanjut menemukan, bahwa penyandera, Dia adalah muslim syiah dan selalu mengatakan bahwa operasi pemerintah Australia yang menangkapi simpatisan Islamic State pada bulan September 2014 di sekitar Sydney dan sekitarnya adalah sebuah perang melawan muslim.[27] Monis menghadiri pertemuan dari organisasi Hizbut Tahir di Sydney yang menurut Monis bertujuan untuk mendirikan sebuah kekhalifahan global yang diatur oleh hukum Syariah. Dia bukanlah pengurus sebuah mesjid dan bukan tokoh organisasi keagamaan. Aksi tunggalnya bisa disebut sebagai aksi teror lone wolf (pribadi). Tapi tetap saja, membuat Australia menjadi lebih waspada, Dikarenakan bisa memicu aksi teror pelaku tunggal yang dikenal sebagai “behead (penggal kepala)”.

 Pada tanggal 18 – 19  Juli 2015, kelompok ultra nasionalis, Reclaim Australia menggalang demonstrasi anti-Islam yang digelar secara serentak di 16 kota di Australia mulai Sabtu (18/7) hari ini hingga besok, bersamaan dengan momentum perayaan hari besar Idul Fitri di penghujung bulan suci Ramadhan. Mereka memprotes kelompok-kelompok minoritas termasuk Islam, yang dianggap mengancam identitas budaya Australia. Reclaim Australia mendesak agar masjid-masjid dan sekolah Islam ditutup. Demikian pula sertifikasi makanan halal harus dihapuskan dengan tujuan agar radikalisasi bisa dihentikan. Dan PM Abbot mendorong sentiment anti-islam tersebut.[28]

Akibat dari gencarnya Islamofobia di Australia, banyak kejadian yang tidak mengenakkan terjadi kepada Muslim di Australia. Karen Percy, seorang reporter senior dari Melbourne melaporkan, bahwa wanita muslim mengaku terguncang dan hidup dalam ketakutan. Sedang dalam perjalanan, suka ada yang tiba-tiba meneriaki semisal untuk pulang kembali ke Timur Tengah. Ada lagi yang sedang jalan, jilbabnya ditarik, disiram dengan kopi, dll. Kaus lainnya, masyarakat Autralia yang menentang pembangunan masjid di Kota Bendigo, padahal pemerintah kota telah menyetujui pembngunan masjid tersebut. Dr. Yassir Morsi menyatakan bahwa tidak ada satu minggu terlewat tanpa kisah mengenai Islam dengan ketakutan akan ancaman terornya.[29]   

Dan aneh tapi nyata, bahwa tujuan serangan di WTC adalah untuk menambah prasangka buruk non-muslim terhadap Muslim, ternyata malah semakin meningkatkan populasi Muslim. Di Perth misalnya, setidaknya sebulan sekali 3 orang masuk Islam.[30]

5. Papua New  Guinea

Terletak di bagian timur dari pulau Papua New Guinea – kedua terbesar di dunia – pada tahun 1885 dibagi antara Jerman (utara) dan Inggris (selatan). Pada tahun 1902 dipindahkan ke Australia, yang menduduki bagian utara selama PD  I dan terus mengelola daerah gabungan sampai kemerdekaan Papua New Guinea pada tahun 1975. Selama sembilan tahun terjadi pemberontakan di Pulau Bougainville yang berakhir pada tahun 1997. Sejak tahun 2001, Bougainville telah otonom.

Letak Geografis[31]

Oseania, kelompok pulau meliputi bagian timur dari pulau Papua New Guinea antara Laut Coral dan Samudra Pasifik Selatan, berbatasan darat dengan provinsi Papua di sebelah barat Indonesia. Beriklim tropis; angin monsoon barat laut (Desamber – Maret), angin monsoon tenggara (Mei-Oktober). Terdiri dari pegunungan dengan dataran rendah dan bukit di kaki gunung. Terletak di “Ring of Fire”, sesekali terjadi gempa bumi dahsyat hingga tsunami, terdapat gunung berapi yang aktif dan sangat berbahaya.

Etnis

Melanesia, Papua, Negrito, Micronesia, Polynesia. Berbahasa resmi: Tok Pisin (2% pengguna), Inggris (1-2% pengguna), Hiri Motu. Terdapat 836 bahasa asli, kebanyakan tidak sampai 100 orang yang menggunakannya.

Agama

Menurut sensus tahun 2000, Roman Catholic 27%, Protestant 69.4% (Evangelical Lutheran 19.5%, United Church 11.5%, Seventh-Day Adventist 10%, Pentecostal 8.6%, Evangelical Alliance 5.2%, Anglican 3.2%, Baptist 2.5%, dll Protestant 8.9%), Baha’i 0.3%, kepercayaan dll 3.3%.

Sejarah Islam di Papua New Guinea

Papua New Guinea dan Papua Barat berdagang dengan Cina dan kerajaan malay, yang terakhir yang beragama Islam, dimulai pada abad ke-16. Pada tahun 1988, umat Islam di Papua New Guinea mendirikan pusat Islam pertama, dengan bantuan dari Malaysia berbasis organisasi Islam dan Kementerian urusan Islam Arab Saudi. Pada tahun 1996, tiga pusat Islam didirikan, dengan bantuan dari Liga Muslim Dunia. Sekarang ada tujuh pusat-pusat Islam di negara ini. Masjid pertama yang dibangun di Port Moresby, dengan kapasitas untuk menyimpan hingga 1.500 jamaah. Saat ini, ada sekitar 4.000 Muslim di negeri ini, dengan banyak memeluk kepercayaan ini dalam beberapa tahun terakhir. Dalam beberapa tahun terakhir, pejuang dari milisi Islam Laskar Jihad muncul di negara tetangga Papua sepanjang perbatasan bersama. Di Papua New Guinea, gerakan-gerakan misionaris Islam baru mulai berkembang. Ada kantong-kantong Muslim di sekitar Port Moresby, di Baimuru, Daru, Marchall Lagoon, yang Musa Valley dan di pulau New Britain dan New Irlandia yang sedang mengalami pertumbuhan yang paling pesat.

Fenomena Islam Kontemporer di Papua New Guinea[32]

Pada tahun 2008, jumlah penduduk Papua Nugini yang menganut Kristen banyak menjadi Muslim.


Tokoh Islam di Papua New Guinea, Imam Khalid mengatakan, banyak alasan yang membuat penduduk Papua Nugini tertarik untuk memeluk Islam, ‘’Mereka berpindah agama ke Islam bukan karena mereka tidak menyukai agama lain. Mereka merasa nyaman dengan agama  Islam,” ujarnya seperti dikutip laman ABC News, “Selain itu, karena agama Allah SWT itu lebih  mudah diterapkan ketimbang agama lain.  Mereka memandang Islam sebagai agama yang mudah. ‘Tuhan tak hanya ada di masjid. Saya bisa shalat di mana pun, di rumah bahkan di bawah pohon.’’


Sekretaris Umum Komunitas Islam Papua New Guinea, Isa Teine, menambahkan, banyak kesamaan nilai-nilai Islam dengan adat Melanesia yang membuat penduduk Papua New Guinea jatuh cinta pada Islam, seperti tradisi bertegur sapa di antara sesama, tak  sekadar salaman, namun juga saling memeluk. Dalam Islam, poligami pun diperbolehkan, yang sudah merupakan adat kebiasaan masyarakat Papua New Guinea.

Komunitas Muslim di Papua New Guinea pun aktif mengajarkan seluk-beluk ibadah yang sesuai dengan acara Islam.  Islamic Society of Papua New Guinea (ISPNG) secara rutin menggelar Kamp Dakwah untuk Perempuan. Muslimah di negeri itu diajarkan tata cara mengurus jenazah, pemakaman Muslim, menyembelih binatang secara islami, memasak secara Islami, menjaga kebersihan, menyucikan najis, dan tayamum.


 ISPNG adalah sebuah komunitas Islam yang berdiri sejak sekitar 1979 atau 1980, sekitar tujuh tahun sejak Islam masuk pertama kali ke wilayah timur Tanah Papua itu. Jumlah mualaf di Papua New Guinea terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu terjadi seiring gencarnya gerakan dakwah Islamiah. Sejumlah kantong Muslim dapat ditemukan di sekitar Port Moresby, serta di Baimuru, Daru, Marshall Lagoon, Lembah Musa, dan kepulauan Britania Baru dan Irlandia Baru. Perkembangan paling pesat banyak ditemukan di dataran-dataran tinggi.


Menurut ABC News, pada akhir 2008, jumlah Muslim di Papua New Guinea telah mencapai lebih dari 4.000 jiwa. Bahkan, sebuah laporan yang dikutip situs tersebut mengatakan pernah terjadi perpindahan agama ke Islam yang dilakukan bersama-sama oleh penduduk di berbagai desa.


Tantangan Minoritas Muslim di Papua New Guinea

Meski mengalami perkembangan pesat, masyarakat Muslim di Papua Nugini masih dihadapkan pada Islamofobia. Seorang menteri negara senior Papua Nugini, seperti dikutip ABC News,  pernah menyebut Islam  sebagai sebuah bahaya laten yang mengancam kedamaian dan kesatuan di negara tersebut.

6. New Zealand

Letak Geografis[33]

Oseania, kepulauan di Samudra Pasifik Selatan, sebelah tenggara Australia. Beriklim sedang (tidak ekstrim). Sering terjadi gempa bumi meskipun tidak parah, terdapat aktivitas vulkanik.

Etnis

Menurut sensus tahun 2013, Eropa 71.2%, Maori 14.1%, Asia 11.3%, Pasifik 7.6%, Timur Tengah, Amerika Latin, Africa 1.1%, dll 1.6%, tidak teridentifikasi 5.4%. Berbahasa, menurut sensus tahun 2013, Inggris (resmi sehari-hari) 89.8%, Maori (resmi tertulis) 3.5%, Samoa 2%, India 1.6%, Prancis1.2%, Cina Utara 1.2%, Yue 1%, tidak teridentifikasi 20.5%, New Zealand Sign Language (resmi tertulis)

Agama

Menurut sensus tahun 2013, Kristen 44.3% (Katolik 11.6%, Anglikan 10.8%, Presbyterian and Congregational 7.8%, Methodist, 2.4%, Pentekosta 1.8%, dll 9.9%), Hindu 2.1%, Budha 1.4%, Kristen Maori 1.3%, Islam 1.1%, dll agama 1.4% (Yahudi, Spiritualism and New Age religions, Baha’i, dll agama di Asia selain Budha), tanpa agama 38.5%, tidak teridentifikasi 8.2%, tidak menjawab 4.1%.

Populasi

Menurut sensus pada Juli 2015,  sebanyak 4,438,393.

Sejarah Islam di New Zealand

Pada pergantian abad ke-20 M, pedagang Gujarat datang ke Auckland, kota terbesar di New Zealand. Lalu pada tahun 1950, berdatangan para Muslim terutama tetangga seperti Fiji, juga dari Albania dan Yugoslavia, sebagian kecil dari Turki, Lebanon dan Malaysia, yang kebanyakan menetap di Auckland. Kebanyakan mereka adalah buruh yang tidak terlalu trampil atau pengusaha kecil, walau ada para terpelajar dan professional. Lalu Wellington mulai menarik sebagian imigran Muslim terutama para terpelajar dan professional. Pada April 1979, komunitas-komunitas Muslim di New Zealand disatukan dalam Federasi Asosiasi Islam New Zealand (FIANZ). Ketua pertamanya adalah T. Mazhar Krashigi, seorang pengusaha Auckland berbangsa Albania.[34]   

Tantangan Minoritas Muslim di New Zealand

Hampir tidak ada, karena merupakan negara yang multikultur, yang pemerintahannya menghargai, bersikap netral positif terhadap keberadaan agama dan budaya apapun. Kebijakannya tidak campur tangan dalam urusan agama. Tidak ada dukungan kuat yang diberikan pemerintah kepada organisasi keagamaan kecuali dukungan untuk sistem pendidikan berbasis agama, seperti untuk komponen kurikulum sekuler sekolah-sekolah Katolik, sekolah Islam Al-Madinah di Auckland, dan dukungan untuk ruang doa Hagley Park di Christchurch. Dalam kondisi seperti ini, Islam tidak memandang perlu pengakuan formal dari pemerintah setempat, atau mencoba untuk melawan bias agama resmi atau posisi agama resmi, karena tidak ada agama resmi Negara di sini. Secara umum, kehadiran Islam di Selandia Baru, dari sudut pandang ideologis sama sekali tidak menjadi masalah. Persoalan multikulturalisme telah dipicu oleh kehadiran minoritas etnis dan agama lainnya. Kaum Muslim memperoleh manfaat dari kehadiran Maori dan minoritas dari Kepulauan Pasifik  dalam menciptakan toleransi budaya, organisasi dan instrumen hukum yang menjamin dan mendukung toleransi budaya. Multikulturalisme didasarkan pada pengakuan realistis fakta bahwa imigrasi yang kuat dalam beberapa tahun terakhir dari berbagai macam negara, telah menciptakan masarakat multi-etnis, multi-agama, berbudaya pluralis di mana keragaman menuntut respon afirmatif dari negara.

7. Kaledonia Baru

Diduduki oleh Inggris dan Perancis pada paruh pertama abad ke-19, pulau ini menjadi milik Perancis pada tahun 1853. Dijajah selama 4 dekade setelah tahun 1864. Terjadi pergolakan untuk merebut kemerdekaan sejak tahun  1980 hingga 1998 dikeluarkan Noumea Accord, yang selama periode 15 sampai 20 tahun akan mentransfer peningkatan jumlah tanggung jawab orang Prancis kepada Kaledonia Baru. Perjanjian tersebut juga memaksa Perancis untuk melakukan referendum antara tahun 2014 dan 2018 untuk memutuskan apakah Kaledonia Baru harus memiliki kedaulatan penuh dan kemandirian.

Letak Geografis[35]

Oseania, Samudra Pasifik Selatan, sebelah Timur Australia. Beriklim topis, dengan angina Tenggra, panas, lembab. Pesisir pantai dengan barisan pegunungan. Angin topan, sering datang pada Bulan November – Maret.

Etnis

Menurut data tahun 2009, Kanak 40.3%, Eropa 29.2%, Wallisian, Futunia 8.7%, Tahiti 2%, Indonesia 1.6%, Vietnamese 1%, Ni-Vanuatu 0.9%, dll 16.2%. Berbahasa Prancis, 33 dialek Melanesia-Polynesia.

Populasi Agama

Roman Catholic 60%, Protestant 30%, dll 10%

Sejarah Islam di Caledonia Baru

Muslim pertama yang dikirim ke I’lle des Pins, pemukiman hukuman di Caledonia, adalah para tawanan perang yang ditangkap setelah runtuhnya pemberontakan Bachagha Mokrani di Gunung Kabyle, Aljazair, tahun 1871. Pada tahun 1872 tawanan muslim tiba di Caledonia. Di antaranya terdapat Mokrani, saudara Bachagha, dan Azis, salah seorang pemimpin suku.

Muslim pertama menjalani kehidupan yang sulit dan berusaha menjaga ajaran agamanyaa tetap hidup. Mereka memelihara kambing untuk dimakan ketika administrasi penjara meminta mereka untuk mempertimbangkan larangan agama tentang makanan. Para pejuang kemerdekaan Muslim seperti dari Maroko, Tunisia, dan Somalia, mengikuti rombongan pertama orang Aljazair ketika Perancis menaklukkan lebih banyak tanah Muslim. Di antara pejuang kemerdekaan, juga terdapat narapidana Muslim yang dibuang karena melakukan kejahatan hukum adat. Pada tahun 1891 pembuangan dihapuskan. Mereka beremigrasi dan mendirikan komunitas di Nouemea, Bourail, dan Koumac di Utara dengan mata pencaharian sebagai petani. Lalu gelombang baru imigran datang dari Muslim Indonesia nermadzhab Sunni yang menetap di seluruh pulan terutama di Kone. Orang Jawa datang ke Kaledonia Baru sejak keluarnya aturan “Koeli Ordonantie” pada 1880 yang mengatur hubungan kerja antara buruh dan majikan untuk menjamin ketersediaan tenaga kerja di perkebunan Belanda di Sumatera. Prancis kemudian meminta buruh dari Jawa untuk pertambangan nikel dan perkebunan di Kaledonia Baru. Sebanyak 170 pekerja dikirimkan ke Kaledonia pertama kali pada tanggal 16 Februari 1896.[36] Setelah tahun 1950. Datang imigran lain yang merupakan  sisa dari bekas koloni Prancis. Kebanyakan para Muslim ini miskin.

Mengorganisasi diri untuk pertama kali pada 27 Januarri 1970 dengan mendirikan Asosiasi Arab dan Kawan-kawan Arab New Caledonia. Pada tahun 1975 mendirikan Asosiasi Muslim New Caledonia. Mereka memulai program untuk membangkitkan kembali institusi dan praktek Islam. Shalat Jumat dilaksanakan di rumah-rumah yang dijadikan sebagai tempat memberikan pendidikan Islam bagi anak-anak. Mereka pun berusaha sangat keras membangun hubungan dengan instansi Islam lain. Pertama kali mengunjungi Muslim Fiji pada tahun 1978, dan mendapatkan bantuan keuangan dari Liga Muslim Fiji untuk pembangunan masjid pertama di Noumea.[37]

Tantangan Minoritas Muslim di Caledonia Baru

Berita pada tahun 2005, bahwa pemerintah masih merasa anti Islam sehingga orang Muslim tidak mendapatkan perlakuan yang sama dengan lembaga keagamaan lain. Perjuangan untuk bangkit kembali pun sangat diperlemah oleh perpecahan antara imigran lama, imigran baru Orang Indonesia, Arab, dan Somalia.[38] Berita yang didapatkan pada tahun 2012, bahwa Islam berkembang di Caledonia baru berkat orang Jawa, Indonesia. Bersama orang Arab, banyak mendirikan restoran halal terutama di sekitar Islamic Center.[39] Para Muslim keturunan Jawa juga bekerja di pelbagai sektor baik di dalam pemerintahan maupun swasta.[40] Saat ini (2015), sekitar 1,62% penduduk Kaledonia Baru, atau sekitar hampir 7.000 jiwa merupakan etnis keturunan Indonesia (Jawa) berkewarganegaraan Prancis. Sementara yang masih memegang kewarganegaraan Indonesia tercatat 370 orang.


[1] Kettani, M. Ali, Minoritas Muslim di Dunia Dewasa ini, Jakarta: Rajawali Pers, 2005, hal. 310, 340.

[2] Kettani, M. Ali, Minoritas Muslim di Dunia Dewasa ini, Jakarta: Rajawali Pers, 2005, hal. 311.

[3] https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Pasifik

[4] Samudra Pasifik, https://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Pasifik

[5]Pacific Storm and Surf Forecast,

http://www.stormsurf.com/page2/forecast/forecast/current.shtml

[6] Asia Pacific Forum, Magazine, Vol. 40, 2015, http://apdf-magazine.com/APDF_V40N2_indo.pdf

[7]Lihat Samudra Pasifik, https://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Pasifik, Daerah Rawan Gempa Bumi di Dunia, http://www.faktailmiah.com/2011/07/28/daerah-rawan-gempa-bumi-di-dunia.html

[8]Majed, Abdel, Fiji Muslim League Situation Report: Tonga dan Samoa, https://archive.org/stream/FijiMuslimLeagueSituationReportTongaSamoa/FmlSituationReport-tongaSamoa2002#page/n17/mode/2up

[9] Kettani, M. Ali, Minoritas Muslim di Dunia Dewasa ini, Jakarta: Raajawali Pers, 2005, hal. 341.

[10]https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/tn.html

[11]Central Intelligence Agency (US), https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/tn.html

[12]Fiji Muslim League Situation Report : Tonga and Saamoa, http://www.archive.org/stream/FijiMuslimLeagueSituationReportTongaSamoa/FmlSituationReport-tongaSamoa2002#page/n0/mode/2up, hal. 3.

[13]Central Intelligence Agency (US), https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/tn.html

[14]International Religious Freedom Report 2010, http://www.state.gov/j/drl/rls/irf/2010/148900.htm. 

[15] Terdiman, Moshe, History of Islam in Tonga, https://islaminpacific.wordpress.com/islam-in-the-kingdom-of-tonga/

[16] Seorang pemimpin spiritual dari komunitas Tonga Muslim dan guru matematika.

[17] https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/tn.html

[18] Terdiman, Moshe, History of Islam in Samoa, https://islaminpacific.wordpress.com/islam-in-samoa/

[19]https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/ws.html

[20] https://islaminpacific.wordpress.com/2011/12/14/history-of-fiji-muslim-league/

[21] Khan, Ashfaq, Ahmadiyyah Muslim Jamaat Fiji Opens a New Mosque Masjid Noor in Vanua Levu, http://thejetnewspaper.com/2014/10/08/ahmadiyya-muslim-jamaat-fiji-opens-a-new-mosque-masjid-noor-in-vanua-levu/

[22] https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/ws.html

[23] Kettani, M. Ali, Minoritas Muslim di Dunia Dewasa Ini, Jakarta: Rajawali Pers,  2002, hal. 312.

[24] Hingga saat ini, kelompok Ahmadiyyah merupakan kelompok yang solid di Australia. http://www.ahmadiyya.org.au/, Youtube https://www.youtube.com/watch?v=ekCY_lf-ABc, Hazrat Ghulam Ahmad bukan nabi https://www.youtube.com/watch?v=NQErICgt4SM

[25] Percy, Karen, Islamofobia Picu Trauma di Kalangan Peremuan Muslim Australia, http://www.australia.com/indonesian/2015-08-10/islamofobia-picu-trauma-di-kalangan-perempuan-muslim-australia

[26] Ramelan, Marsda TNI (Pur) Prayitno, Akhir Dramatis Penyanderaan di Sydney, http://ramalanintelijen.net/?p=9371

[27] Ramelan, Marsda TNI (Pur) Prayitno,  Analisis Ancaman Isis di Australia, http://ramalanintelijen.net/?p=9065

[28] Pribumi News, PM Abbott Dorong Sentimen Anti-Islam di Australia, http://pribuminews.com/18/07/2015/pm-abbott-dorong-sentimen-anti-islam-di-australia/

[29] Percy, Karen, Islamofobia Picu Trauma di Kalangan Perempuan Muslim Australia, http://www.australiaplus.com/indonesian/2015-08-10/islamofobiaa-picu-trauma-di-kalangan-perempuan-muslim-australia

[30] Sertifikasi Halal di Perth Australia, http://jatim1.kemenag.go.id/file/dokumen/282duniaislam.pdf

[31] https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/ws.html

[32] Ruslan, Heri, Islam di Papua New Guinea Berkembang Kian Pesat, http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/11/06/mvtg1h-islam-di-papua-nugini-berkembang-kian-pesat, youtube

[33] https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/ws.html

[34] Kettani, M. Ali, Minoritas Muslim di Dunia Dewasa Ini, Jakarta: Rajawali Pers, 2005, hal. 331 – 335.

[35] https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/ws.html

[36] Melihat Peringatan 119 Tahun Kedatangan Orang Jawa di Kaledonia Baru, http://news.detik.com/berita/2840652/melihat-peringatan-119-tahun-kedatangan-orang-jawa-di-kaledonia-baru/2

[37] Kettani, M. Ali, Minoritas Muslim di Dunia Dewassa Ini, Jakarta, Rajawali Press, 2005, hal. 336 – 338.

[38] Kettani, M. Ali, Minoritas Muslim di Dunia Dewassa Ini, Jakarta, Rajawali Press, 2005, hal. 336 – 338.

[39] Islam di Kaledonia Baru Berkembang Berkat Orang Jawa, http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/10/30/mcpfiw-islam-di-kaledonia-baru-berkembang-berkat-orang-jawa-2

[40] Melihat Peringatan 119 Tahun Kedatangan Orang Jawa di Kaledonia Baru, http://news.detik.com/berita/2840652/melihat-peringatan-119-tahun-kedatangan-orang-jawa-di-kaledonia-baru/2 

Tinggalkan komentar